Tuesday, November 4, 2014

Sekotak Dapur: Muffin Vanilla Chocochips

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh




Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga buat Muffin. Sudah sejak lama, semenjak saya trauma makan muffin gegara beli disebuah toko kue yang memang diragukan karena masih newbie baru saja dibuka. Saat itu, saya berpikir kalau Muffin sama kayak roti bolu biasa dan semenjak saya beli di toko kue itu saya dengan mudah menyimpulkan kalau saya tidak suka Muffin. Setelah sekian lama, saya lihat resep-resep kue. Ada banyak sekali yang bilang kalau Muffin ini gampang sekali buatnya, alhasil saya penasaran apakah Muffin itu masih terasa sama tidak enaknya.

Oh iya, kenapa saya bikin hari Senin? It's all because a want to give a gift for my partner! She is Iin (Soil Science UGM, 2011). Pukul 11 dia akan smeinar kelas, rasanya pengen aja masakin something buat dia sekalian  buat teman2 satu angkatan yang sering protes karena foto makanan yang sering saya share tidak sampai ke mulut mereka. Baiklah, sebelum jauh saya bercerita dan anti kejauhan, mari kita tengok sebenarnya Muffin itu apa.

Muffin merupakan makanan khas Inggris yang biasa disajikan hangat di musim dingin. Bentuk kue ini mirip cupcake, hanya saja Muffin mempunyai ke khas an pada cara mengonsumsinya. Biasanya, Muffin yang sudah matang akan dibelah jadi dua, diolesi dengan margarin dan dihangatkan lagi. Kue ini sangat cocok untuk teman teh hangat di pagi hari.

Saya pakai resepnya Bundanya Nadhifa dengan sedikit modifikasi karena buatnya lebih banyak. Berikut bahan dan cara pembuatannya, semoga bermanfaat yaa.. (9 cup Muffin dengan diameter blunder cup 4-5 cm, tinggi 8 cm)






Bahan Kering:
  • 400 gram tepung terigu protein sedang (saya pakai segitiga biru)
  • 100 gram chocochips
  • 2 sdm baking powder (pastikan yang masih baru ya)
  • 1 sdt baking soda (optional, nggak pakai nggak apa-apa)
Bahan Basah
  • 250 gram gula pasir 
  • 2 butir telur ukuran besar
  • 350 ml susu tawar (saya pakai fresh milk dari KP4 UGM yang saya beli di Agromart Peternakan UGM, 500 ml cuma Rp 3800, hemaa)
  • 75 gram margarin, lelehkan, tunggu dingin sebentar
  • 1 sdt essence vanilla (untuk menghilangkan bau amis telur 
Cara Pembuatan:
  • Panaskan oven terlebih dahulu ketika pembuatan adona. Oven yang kurang panas akan menghambat Muffin mengembang 
  • Campur bahan bahan kering dalam satu wadah besar, jangan lupa diayak dulu agar terhindar dari bahan asing. Aduk agar rata, sisihkan.
  • Campur semua bahan basah, menurut saya masukkan telur dan gula terlebih dahulu. Pastikan mereka bercampur rata. Aduk dengan garpu hingga tercampur merata.
  • Masukkan baan basah ke bahan kering, aduk sebentar. Jangan terlalu lama ya mengaduknya karena pengadukan yang terlalu lama bisa menghilangkan tekstur Muffin yang bergerigil. Hentikan pengadukan ketika dirasa semua bahan kering sudah terbasahi.
  • Siapkan blunder cup untuk muffinsebanyak 9 blunder cup. Masukkan adonan 3/4 dari tinggi blunder. Jangan kepenuhan ya, soalnya Muffin bakalan ngembang ke atas.
  • Beri taburan chocochips lagi di atas adonan supaya lebih legit dan cantik
  • Oven selama 30 menit dan Muffin siap dipantau. 10 menit pertama, biasanya adonan sudah mulai naik. Jika sudah agak kecoklatan, bisa langsung diangkat.
  • Muffin siap disajikan hangat dengan teh.




Tips: Pastikan adonannya lumpy ya, berlumpur gitu, jangan terlalu cair. Biasanya adonan lumpy agak lengket di sendok, bisa mindahinnya dengan cup ice cream. Jangan terlalu lama juga mengadukanya, supaya tekstur Muffin nya oke, nggak padat.

1 comment: