Tuesday, October 28, 2014

Sekotak Dapur: Homemade Pizza Mayo

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh



"Nungki, oven mau?" Tanya ibuk di suatu sore ketika tetangga nawarin oven. Ibuk, itu semacam pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab. Alhamdulillaah, setelah menunggu momen ini, akhirnya sampai juga oven itu di rumah. Percayalah, ini oven paling murah setelah saya menjelajahi banyak toko karena saya langsung beli di pengrajin oven. Hanya 100 ribu! Saya pernah lihat di toko hampir 200 ribu bahkan lebih yang model punya saya. Loyangnya juga murah, lebih hemat 2000-3000, biasanya loyang bulat 9000, ini hanya 6000. Intinya, terimakasih banyak ibu, dan tetangga yang menunjukkan jalan yang benar bagi saya untuk beli oven.

Pertama kali saya berpikir untuk buat cookies dari oatmeal, tapi berhubung belum tau banyak tentang dunia per-baking-ngan, saya memutuskan masak yang mudah dan pernah saya coba tapi gagal, yaitu pizza. Saya masih penasaran cara buat dough pizza yang empuk dan ngembang dan tidak keras dalamnya karena sewaktu buat pizza fruity, itu dough nya tidak recommended. Akhirnya cari resep dan dapat resep dari Bundanya Nadhira atas rekomendasi Tika. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat homemade pizza mayo karena masih punya banyak mayones di kulkas, keburu kadaluwarsa.

Sebelum masuk terlalu jauh, kita perkenalan singkat dulu ya dengan pizza. Pizza merupakan makanan yang berasal dari Italia. Pizza adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau "keju pizza" (Wikipedia). Topping atau atasnya dapat dimodifikasi sesuai selera. Asal kata "pizza" belum jelas, tapi pertama kali muncul tahun 997 dalam Bahasa Latin Pertengahan, dan di Napoli pada abad ke-16 sebuah galette disebut sebagai pizza. Pada waktu itu, pizza adalah alat tukang roti, sebuah adonan yang digunakan untuk menentukan temperatur oven. Makanan para warga miskin, pizza dijual di jalanan dan belum dianggap sebagai resep dapur terkenal.

Langsung saja ya, berikut resepnya:


Resep adonan (dough)
  • 250 gram Tepung terigu protein sedang (saya pakai segitiga biru)
  • 1,5 sdt ragi (saya pakai Fermipan)
  • 150 ml air hangat kuku
  • 0,5 sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 3 sdm minyak sayur
Saus: 
  • 3 sdm Saos tomat
  • 2 sdm Saos pedas
  • 1 sdm Saos tiram
  • 1/2 buah Bawang bombai
  • Garam secukupnya
  • Lada bubuk secukupnya
  • 1 sdm Tepung maizena
  • Oregano (saya skip karena malas beli)
Topping 
  • 50 gram keju
  • 3 buah sosis
  • 5 buah bakso
  • 25 gram bungkus mayones
  • 1/2 buah bawang bombay

Cara pembuatan:
Adonan. Ambil 50 ml air hangat, masukkan fermipan dan gula, aduk rata diamkan 10 menit hingga keluar busa. Siapkan bahan kering berupa tepung. Buat lubang di tengah-tengah gundukan tepung, masukkan garam dan masukkan air fermipan perlahan lahan dan uleni sampai kalis. Tambah sedikit minyak sayur, diamkan dan tutup dengan kain lembab selama 1 jam. Kalau sudah mengembang 2 kali lipat, kempiskan, uleni sebentar, dan adonan siap dipakai.
Saos. Tumis bawang bombai hingga harus, masukkan sedikit air. Masukkan saos pedas, saos tomat, saos tiram, aduk hingga rata dan kentalkan dengan larutan tepung maizena. Tambahkan garam dan lada bubuk. Done!
Toping Potong semua bahan toping sesuai selera dan tata di adonan yang sudah disiapkan di loyang.
Penyelesaian Siapkan oven, panaskan 300 derajat dan pastikan saat adonan nanti masuk, oven sudah panas stabil. Tata adonan di loyang yang dilumuri mentega dan minyak sayur, tambahkan saos, lalu keju, sosis, bakso, bawang bombai, dan mayo.. Kalau suka, bisa tambahkan hiajuan semacam daun bawang. Oven selama kurang lehih 20 sampai 25 menit. Pizza siap disajikan.

Tips: Kuncinya ada di ragi untuk yang dough pizza, pastikan berbusa ya. Pendiaman selama 10 menit merupakan proses proofing, pemeriksaan apakah masih aktif atau tidak ragi instannya. Kalau tidak segera ganti ragi..

Semoga bisa membantu. Hari ini, pizza saya diicipi sama keluarga dan teman-teman di lab Soil Fertility. Katanya sih enak, alhamdulillaah.. Semoga next bisa berbagi resep. Semoga saya diterima di NCC dan LBT ya.. (Apa itu?) Next ceritanya insyaAllah..

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh

 

1 comment: