Sunday, May 25, 2014

Love Story Pejuang Malam Minggu

Bismillaah..



Sedikit berbagi tentang sebuah proses mendebarkan tentang pertemuan yang meletupkan binar mata. Juga tentang ikatan suci yang menggetarkan langit Nya. Ya, ini pertama kalinya saya benar-benar ingin bercerita tentang seseorang. Bukan, sekarang sudah benar-benar 'sepasang' makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling berbahagia (allahumma aamiin). Maka, biarlah aku menuliskan perjalananmu mbak, perjalanan rahasia yang selalu ingin kita intip kisanya di Lauh Mahfuzh. Setiap kali kita berbicara tentang ini, kita masing-masing yakin dan tersipu merona, setiap orang punya kisah yang terbaik. Jadi, biarlah hari ini aku kabarkan kepada semua penduduk bumi dan langit tentang kisahmu, iya, kisahmu yang sudah membuatku semakin banyak belajar apa arti sebuah keyakinan, kepasrahan, ikhtiar, dan kejujuran. Benang kusut itu sudah ada yang mengurainya, menyambungnya dan  sekarang semakin kuat. Untukmu Mbak Lina dan Mas Indra (Bantul, 2014)


Pejuang Malam Minggu (Kisah 5 tahun bersama kalian)









Pejuang Malam Minggu. Entah siapa yang dulu kasih nama beginian. Kami adalah sekumpulan pejuang kampung yang memilih untuk sibuk membersamai adik-adik TPA (sekarang RSYD Amanah Yatim dan Dhuafa). Awalnya, kita hanya ingin pertemuan rutin untuk belajar berlatih bagaimana menjadi orang yang pede ngajar di depan adek-adek TPA. Secara, waktu itu kita masih newbie SMA. Ada juga yang sudah kuliah, bekerja, dan berkeluarga. Akhirnya, setiap malam minggu kita adakan kajian rutin dan tempatnya bergilir dari satu rumah ke rumah yang lain sekalian silaturrahmi. Yap, kita semua tetanggaan satu Gesikan jadi sudah kayak saudara, benar-benar saudara. Awalnya kami berbanyak namun akhirnya ada seleksi alam dan tinggalah kami (Pak Bamban, Pak Jonet, Mbak Tutik, Mbak Vemi, Mbak Sita, Tika, Ayu, Nungki, Lina, Feni, dan Mbak Nur). Walupun akhirnya, pembahasan dalam kajian semakin mendalam bahkan konsultasi keluarga dan ehem. Tapi, yang paling senang karena saya paling muda jadi bisa dapat banyak ilmu dari tetua. Tapi, personil kami tambah seiring dengan 'hilangnya' satu dua orang yang menikah dan tinggal di rumah suami dan punya anak (Mbak Nur, Mbak Vemi, Mbak Sita). Ada juga sih yang bekerja nan jauh di Tangerang (Mbak Tutik). Dan akhirnya, ini dia personil baru kami dari kampung sebelah Dek Tari, Munib, Mbak Laili, Dik Dyah, dan Herlin. Ah, aku suka kalau rame begini, tapi sayangnya saya udah nggak jadi yang paling muda. Oh iya, tentang Bab Menikah, ah bahkan kita hafal kisah pertemuan masing-masing personil. Kisah yang sering diulang-ulang tapi nggak pernah jenuh mendengar (Pak Bamban, Pak Jonet betapa saya hafal kisah kalian. Ada yang dijodohin sama Umi Nunung, ada yang awalnya baru mau lamaran tapi 'ditantang' langsung akad di tempat dengan mahar 50.000) Kalian bapak-bapak yang hebat. Juga kisah-kisah penantian punya Mbak Sita, Mbak Nur dan Mbak Vemi. Ah, peluuk. Dan, hari ini biarkan saya berkisah tentang kamu Mbak Lina. Jazakillahu khairan telah melibatkanku dalam proses ini, aku merasakan haru yang luar biasa. Pejuang Malam Minggu, semoga Allah menjaga kita dalam lingkaran yang baik ini. Allahumma aamiin. Uhibbukum fillah abadan abada.

Bantul, 09 Maret 2014 (13.00-18.15 WIB)
Siang ini, saya sengaja pakai baju hitam-hitam biar nggak mencolok (memang lagi belajar lebih baik terkait pakaian) dan menjadi perhatian walaupun saya berasa salah kostum karena cuaca yang panas luar biasa. Tapi, ini saya lakukan juga biar mbak yang jadi perhatian calon mertua semata (asik). Ya, saya bersiap nemenin embak untuk bertemu calon mertua setelah si emas hari ini juga ketemu nenek mbak untuk pertama kalinya.  Iya, siang ini saya mengantarnya ke rumah orang tua seorang laki-laki yang berniat menikah sama embak. Siang itu sebelum berangkat bertiga, tilawah saya lebih banyak, istighfar saya lebih banyak, dan juga dzikir sepanjang perjalanan yang lebih banyak. Juga, saya grogi luar biasa. Antara suudzan (takut diculik, takut diturunin di tengah jalan karena laki-laki ini baru mbak kenal belum lama) dengan khawatir (karena aku benar-benar menginginkanmu mendapat yang terbaik mbak, kamu orang yang sangat baik). Tapi, hari itu kamu menenangkanku, Mbak. Tapi tetap saja, sepanjang perjalanan menuju rumahnya, saya berdoa, menghafal jalan, pegang HP lebih kuat supaya kalau ada apa-apa saya bisa cepat tanggap darurat. Oh iya, mungkin banyak yang bertanya kenapa saya yang mengantar? Ya, embak yang satu ini tinggal di Jogja hanya dengan nenek. Nggak mungkin lah ya belum ada 'apa-apa' neneknya udah ikut kesana. Saya yang nggak bisa nafas kalau embak pergi sama nenek. Secara, nenek baik banget dan saya nggak tega. Terus, siapa lagi? Murobbi? Hey, ini bukan kisah orang-orang langit yang dimudahkan dengan menggunakan banyak jalur resmi dan nggak resmi, proposal sejahtera, perjodohan, dll. Tetangga? Belum ada yang kenal sama masnya takutnya fitnah juga. Intinya, disinilah saya. Qodarulloh..

Bantul, 25 Mei 2014



Akad nikah dibacakan. Ah ingat sekali, proses menuju hari ini begitu cepat. Tetiba lamaran, tetiba pesan dekor, tetiba pilih undangan, tetiba desainin baju, tetiba buatin hand boquet, tetiba dan tetiba. Hari ini, begitu menakjubkan. Ah, pejuang malam minggu kita yang satu ini akhirnya 'wisuda' juga. Baarakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jam'a bainakuma fii khair. Pagi ini, aku melihatmu mbak untuk pertama kalinya setelah akad mencium tangannya, benar-benar menatapnya, menggugurkan dosa. Ah, aku selalu percaya, orang baik akan dapat yang baik. Kalau saja mbak nggak kerja di tempat itu dan bertahan bertahun-tahun, mbak nggak akan ketemu Mas Indra. Kalau saja Mas Indra nggak pulang ke Yogyakarta dan mengisi waktu luang untuk kerja 'sementara' di pabrik tempat mbak kerja, mbak nggak akan kenal Mas Indra. Kalau saja, kalau saja. Qodarullah ya.. Jadi, aku memahami sesuatu hal.


Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama..
Maka sejauh apapun mereka,
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi,
sebesar apapun perbedaan diantara mereka,
sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya..
Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya,
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...
tetap saja mereka akan bersatu,
Seakan ada magnet yang menarik mereka,
Akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu.
Namun...
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
Maka sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat, sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya,
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua,
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...
Akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh,
sda hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok,
sda hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik,
sda kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu bahkan kalau mereka diikat sekalipun pasti akan terlepas ikatan itu...
Yakinlah dengan segala ketentuan yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ,
walaupun kita punya sebentuk ikhtiar untuk berkehendak atas diri,
namun kita tak pernah bisa menguasai semua kehendak.
Apa yg telah Dia gariskan,
yang telah ditulis oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Kitab-Nya..
adalah yang TERBAIK untuk kita karena Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang Maha tahu apa yang TERBAIK buat kita..
Karenanya, jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan,
Itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya,
Namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...
Yakinlah..
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memilihkan yang terbaik bagimu dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi menurut pilihan-Nya

Wallaahu'alam bish showaab
(Sumber: Kartun Muslimah)


Siapa ya selanjutnya? Tapi, pertanyaan yang paling penting, kajian malam minggu besok dimana? :) Oh iya, mewakili mbak Lina, terimakasih banyak Mbak Ndari, yang udah merias dengan sesederhana mungkin, terimakasih Ilusi Wedding untuk special design for Okta dan Indra, teman-teman Pejuang Malam Minggu, dan semua-muanya.. Semoga berkah ya. Allahumma aamiin

No comments:

Post a Comment