Friday, January 3, 2014

Kepada Mereka yang Sedang Bangun Cinta

Bismillahirrahmanirrahiim.
A'udzubillahi minasy syaithanirrajim..

Assalamu'alaykum warahmatulloh wabarakatuh..



"Dari sekian banyak kata, kata 'cinta' telah mengambil alih sebagian besar deskripsi hidup. Semua yang sebenarnya bisa berjalan apa adanya, nyatanya menjadi (kadang) dipaksakan ada karena kata ini.."

Saya menulis ini bukan karena lelah, penat, atau bosan mendengar cerita sahabat dan saudari-saudariku semua tentang sebuah perasaan yang disebut cinta. Bukan. Saya hanya sangat menyayangkan waktu kalian, yang sangat berlarut-larut membahas masalah yang sebenarnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah MENJAMIN dan bahkan jaminan ini disetarakan dengan RIZKI dan MAUT. Kalau kata Ustadz Salim A Fillah, "Orang sering mempersulit hal yang bahkan sudah dijamin diurus langsung sama Allah, termasuk JODOH, RIZKI, dan MAUT.."

Baiklah kita mulai dari permasalahan klasik ini. Betapa seringnya saya mendengar istilah, "Mencintai dalam Diam". Banyak sekali yang bilang dan sangat sering saya ditanya tentang ini, "Salah nggak, Nung?". Baiklah, itu bukan masalah yang besar jika kamu dapat menjamin itu tidak akan menjadi fitnah dalam pikiran kamu siang dan malam, tidak menjadikanmu orang yang menghabiskan waktu di laptop mencari tahu diapa dia (kepo), tidak menjadi masalah yang besar jika kamu tetap move on, tidak juga menjadi masalah yang besar jika kamu tetap bergerak dan bergerak, beramal dan beramal. Contohlah Fatimah radhiyallahu anha dan Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu anha. Bahkan, setan pun tidak mengetahuinya. Tapi, justru yang sering saya temui, mereka yang 'mencintai dalam diam' akan banyak menghabiskan waktu untuk merangkai kejadian yang membuat dia bisa berkegiatan bersama, membuat mereka akan lebih sering merangkai syair tentang penantian yang mendayu-dayu, membuat mereka menghabiskan waktu untuk hal remeh temeh mengatur jarak untuk memperkecil rindu, dan sudah terlalu banyak yang membuat kode-kode atau deskripsi berkepanjangan. Kadang, itu yang membuat saya sedih. Sangat sedih. Waktu saudariku. Semua berpacu pada waktu. Kau tau?

Al wajabat aktsaru minal auqat (kewajiban lebih banyak dari waktu yang tersedia) - Hasan Al Banna

Betapa meruginya jika gerak amalmu tehambat hanya karena kau memikirkan dan merangkai kejadian-kejadian karena cinta. Harusnya kita mulai paham, berhari-hari, berbulan, bahkan bertahun-tahun jika 'dia' (bukan Allah Subanahu wa Ta'ala) yang menjadi dasar gerakmu, kau akan sukses menumpuk debu. Semua amalmu terbakar saudariku, hangus terbakar seperti debu. Kerjamu yang letih, militan, berdarah-darah itu tidak bernilai apa-apa. Kau tak membangun rumah apap-apa di kampung akhirat. Terakhir, kau tau, setiap aku ditanya Bab Mencintai Dalam Diam, rujukanku hanya pada kisah cinta terbaik itu, "Kalau kamu yakin bisa menjadi sehebat Fatimah radhiyallahu anha dalam menyembunyikan itu, lakukan saja. Tapi, jika kau merasa tak sehebat beliau, pilihlah untuk segera mundur. Seberat apapun itu, sepayah apapun itu, mundurlah sejenak hingga ada waktu yang tepat.."

Tapi, bukan berarti 'mencintai dalam diam' itu salah. Bukan, itu tidak ada yang salah. Kita hanya harus belajar lebih banyak dalam hal itu. Bahkan, sosial mediamu itu bisa jadi diintip setan hingga ia tahu, siapa yang tengah engkau cintai. Kau pastinya sepakat, cinta itu bukan sesuatu yang harus disalahkan. Kau selalu punya pilihan untuk mengolah dengan lebih baik dan baik. Selalu ada pilihan. Dan harusnya, setiap pilihan yang kau pilih itu berdasarkan atas kebenaran, bukan pembenaran-pembenaran klise yang seringkali terjadi.

Dear saudariku, pada intinya kita punya cita yang sama, menghasilkan generasi yang baik dimulai sejak kita mempunyai proses yang baik dalam hal ini. Bahkan, mendidik anak itu bukan hanya dimulai sejak kita memilih siapa pasangan hidup kita, tapi sejak kalian menempa diri kalian, mengkolaborasikan lingkungan untuk mendukung gen-gen yang baik. Sejatinya, anak-anak kita nanti akan mewarisi kecerdasan dan kehebatan ibunya. Maka, tempalah diri kalian sejak sekarang. Waktumu tidak lama lagi bukan, tinggal hitungan tahun dalam jemarimu. Maka, bersegeralah menyempurnakan proses yang baik dan teruslah bergerak dan berlari untuk menciptakan daya dukung yang baik bagi genetika yang baik pula. Allahumma aamiin. Betapa bahagianya berproses dengan kalian, saudariku semua.

'Allahu a'lam bishawab
Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarakatuh


Karena aku mencintai kalian
Uhibbuki fillah abadan abada
22:22 WIB
Bantul, 3 Januari 2014

No comments:

Post a Comment