Wednesday, September 18, 2013

Acara PPSMB 2013

Bismillah..

“Menurutku; ‘ditemukan’ itu ketenangan, ‘menemukan’ itu kebanggaan. Tapi ‘dipertemukan’ itu ketenangan yang membanggakan.. khususnya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala..” -Bangku Taman-





Teruntuk mereka yang aku sangat tahu kerja kerasnya, yang aku sangat tahu lelahnya jadi mereka, sejak awal menulis formulir, antri mendaftar, sampai akhirnya tersemat nama mereka di Sie Acara PPSMB Organik 2013.

Teruntuk mereka yang aku sangat tahu betapa menggemaskannya punya koor yang mewajibkan mereka untuk on time datang rapat, yang harus membawa makanan kalau datang terlambat, yang mensyaratkan aturan perijinan, dan semua hal yang harusnya sederhana menjadi rumit.

Sekali lagi, teruntuk mereka yang akhirnya bisa banyak belajar dari setiap detail kesalahan, yang akhirnya mereka belajar berbicara dihadapan ratusan orang, yang akhirnya menjadi bagian dari kesuksesan agenda besar fakultas. Iya kalian, untuk kalian yang akhirnya kita bisa duduk bersama, makan malam di tepian jalanan temaram.

Ya, teruntuk kalian Ima, Husna, Hilda, Qonita, Ma'sum, dan Mahfudz serta SC kita sepanjang Acara, Mas Hasan. Ini tulisan yang aku janjikan, semoga bermanfaat. Maaf baru malam ini meluangkan waktu setelah berhibernasi dari dunia per-on line-nan karena sedang menata kembali jadwal mimpi yang banyak tertunda.

Orang bilang kalau memilih kepanitiaan pilihlah yang memang kompeten di bidangnya. Tapi sore itu, bukan itu yang aku pikirkan. Aku selalu berpikir tentang kata-kata kawan, "Biasa saja Nungki kalau kita berkerja dengan yang sudah kompeten, yang menantang itu kalau kau bekerja dengan orang-orang yang 'diragukan' tapi tetiba kamu sukses bersama dengan semua cerita yang kalian buat.." Hei, itu bukan berarti kalian diragukan ya, bukan sama sekali. Tapi mungkin kurang pengalaman di acara, sama persis dengan kejadianku satu tahun lalu. Berani sekali masuk Acara tanpa ada pengalaman di kepanitiaan Acara. Tapi aku yakin, kalian banyak belajar di tiga hari yang luar biasa itu. Belajar memanajemen waktu, manajemen diri, belajar menjadi staff, belajar menerima kritik dan saran, belajar berbesar hati, belajar mengenal keluarga baru, belajar menerima keadaan yang selalu berubah-ubah, dan belajar tentang semuanya.

Pertama, syukur yang tiada tara untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala, Illah semesta alam yang telah menautkan banyak cerita tentang kita. Ya, sadarlah ada bermilyar-milyar skenario manusia dan tetiba Allah menautkan banyak skenario kisah kita disini. Iya, kisah kita banyak yang tertaut, di skenarioku ada nama kalian, dan di skenario kalian ada nama kita semua. Bukan kebetulan (percayalah, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini), tapi semua itu kebertepatan (meminjam istilahnya Ustadz Salim A Fillah) .. semua kebertepatan, tepat dengan setiap cerita yang Allah skenariokan. Hal kecil memang, tapi aku sangat bersyukur pernah mengenal kalian lengkap dengan golongan darah kalian, hal yang disukai, hal yang tidak disukai, dan tentang semua.

Kedua, mohon maaf lahir dan batin untuk setiap lisan yang salah berucap, untuk setiap lisan yang salah diartikan, untuk setiap lisan yang menyakiti hati, untuk setiap lisan yang tak terkendali, lisan lisan lisanku. Maaf sekali, mungkin itu nantinya yang banyak Allah tanyakan dan diminta pertanggungjawabannya, lisan lisan lisanku. Mohon maaf untuk setiap gerak, untuk setiap pandangan, untuk setiap ekspresi yang salah. Mohon maaf, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memaafkan setiap kesalahan kita.

Ketiga, jazakumullahu khayran katsir. Terimakasihku bukan hanya untuk kalian saja, tapi juga untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang selalu kita berusaha untuk melibatkan-Nya dalam doa pembuka, waktu-waktu sholat, dan semua agenda kita. Teruntuk kalian, kata terimakasih itu serasa belum mewakilkan rasa terimakasih yang mendalam, terimakasih banyak. Buat SC juga, Mas Hasan yang aku tidak paham lagi bagaimana menjadi SC di dua acara PPSMB sekaligus. Semoga berkah berkah berkah bagi kita semua. Aamiin ya Rabb.

Keempat, akan ada suatu saat dimana pertemuan kita hanya sebatas bertukar senyum dan saling menyapa. Tidak apa, semua pasti menyimpan ceritanya masing-masing. Biar jadi cerita jika memang baik kisah kita, dan biar terkubur dalam-dalam jika memang banyak yang tak bisa dijadikan pembelajaran (walaupun saya yakin, pasti banyak sisi positifnya).

“Bagi orang-orang yang penuh rasa sabar, apa-apa yang dia biarkan pergi, segala sesuatu yang dia lepaskan, ikhlas, tulus, maka akan datang pengganti yang lebih baginya. Selalu begitu. Tidak akan keliru.” -Tere Liye-

Well, selamat membuat cerita di tempat lain, Mas Hasan, Ima, Mahfudz, Ma'sum, Qonita, Hilda, dan Husna. Akan datang cerita yang lebih baik dengan orang-orang yang lebih baik juga. Selalu begitu dan tidak akan keliru. Semoga Allah menjaga kalian :) Semoga ada waktu yang baik yang sudah Allah persiapkan untuk mengumpulkan kita di suatu tempat, waktu, dan keadaan yang baik. Wallahu'alam bishawab.

“Memang benar nyatanya bahwa pertemuan dan perpisahan bukan segalanya. Namun segalanya adalah hal-hal yang ada diantara keduanya..” -Nurul Ilsa-

2 comments:

  1. mengharukan....
    terimakasih untuk semua pengalaman yang tak ternilai dan tak terlupakan
    terimakasih ternyata semua kenangan begitu melekat dan tertuang dalam tulisan ini

    ^_^

    ReplyDelete