Thursday, August 8, 2013

Cerita Pagi, Rumah, dan Pematang Sawah

Sebelas tahun sudah, kisah pagi, rumahku, dan pematang sawah. Terimakasih, karena kalian imajinasiku tentang pagi tidak hanya sekedar kampus, bangku kuliah, jalanan ramai, Jembatan Sayidan, UGM atau apapun itu, tapi juga ada pematang sawah, cermin embun pagi, dan ramah tamah si mentari.. Dan yang jelas, rumah adalah sebaik-baik tempat pulang di dunia sejauh apapun kau menikmati rantauan..

Tetiba ingin sekali menulis puisi Bang Tere Liye yang aku dapat dari si embak militan, Mbak Rahajeng Mufid

A Hero Comes Home

Banyak cerita kuno yg dilantunkan dalam nyanyian-
nyanyian peri..
Banyak kisah-kisah tua yg dituliskan dalam daun-daun lontar..
Seorang pahlawan hebat memimpin beratus ribu pasukan.....
Mendatangi tempat2 yg tdk pernah diketahui..
Menaklukkan wilayah luas tidak terbilang, naga-naga, monster-monster..
Tetapi pahlawan sejati selalu pulang ke rumah..

Melesat dr balik kabut misterius..
Digoda putri duyung cantik jelita..
Dihadang tembok batu tak terlihat ujungnya..
atau penyihir2 kejam yg membinasakan semuanya..
Tetapi pahlawan sejati selalu pulang ke rumah..

Sejauh apapun pergi, dia selalu tahu jalan pulangnya..
Ditempat apapun dia tersesat
Dia selalu tahu persis dimana dia akan kembali..
Walau harus merangkak.. 
Meski harus berdarah-darah..
Melewati kegelapan.. 
Mengarungi lautan kematian..
Pahlawan sejati.. selalu pulang ke rumah..

Always.. a hero comes home..

Pahlawan Sejati selalu Pulang ke Rumah 













Date Taken: 5 Agustus 2013

Place: Rumah Kita
Camera Model: Canon EOS 1000D
Metering mode: Pattern
Authors: Picasa

No comments:

Post a Comment