Thursday, July 18, 2013

Untukmu, Iya Kamu!

Bismillaah ..



Untukmu yang hari ini genap berusia dua puluh tahun, saudariku yang selalu aku bersyukur pada-Nya, "Allah, tidak pernah salah pernah mengirimmu untukku..(Akhi, 2013)".

Kau paham benar, kapan pertemuan itu terjadi. Hampir dua tahun kita satu SMA tapi tak pernah aku sadari keberadanmu hingga satu mimpi yang mendekatkan takdir pertemuan. Kita berjodoh, bukan kebetulan namun ini sebuah kebertepatan.

Kau paham benar, seperti apa diri ini pertama kali kau temukan. Pada sebuah masa-masa yang aku tidak paham, tujuan sebenar-benarnya penciptaan itu terletak pada rasa apa. Tapi, kau membimbing dengan hikmah, dengan kesederhanaanmu memaknai hidup. Kau ingat,"Aku bersyukur Nungki, ini pertama kalinya Bapak mboncengin aku naik sepeda. Kalau bukan karena penelitian ini, aku gatau kapan aku bisa dibonceng bapak lagi..". Kau tau, saat kau ceritakan itu di sepanjang perjalanan Beringharjo, tangisku pecah. Bahkan, kebahagiaan itu sesederhana itu Ima. Bukan hingar bingar yang selalu ingin aku capai kala itu.

Kau paham benar, sakit yang luar biasa aku rasakan adalah saat kau tidak diterima di Ilmu Tanah UGM. Jika kau tau apa rasanya, mati rasa. Ada kebahagiaan yang tidak lengkap. Kita sujud dalam-dalam di sepertiga malam sebelum hari H ujuan SNMPTN bersama, tapi kehendak Allah berbeda. Aku selalu bilang ke Ibu, "Ima gak diterima, Bu. Nungki mesti gimana?" Aku paham benar, semua orang mencemoohmu akan mimpi tinggimu untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Tapi, jika kau tau sorot mata ibumu, kau pasti tak pedulikan kata orang.

Kau tau Mah, saat kau bekerja mati-matian untuk ikut bimbel mengejar citamu, aku datang ke rumah. Menghantar buku "Hasan al-Banna" padamu. Nyatanya, kau tak di rumah. Tapi, tetiba ibumu menarikku masuk warung sederhana tempat berjualan itu. Tangis ibumu pecah, kau apa yang ia katakan, "Ibu gak kuat lihat Ima bertahan sekuat itu Mbak Nungki, terlihat semua baik-baik saja.. Lebih baik dia mengeluh, minta uang.." Itu adalah rasa random yang kedua, melihat ibumu seharu itu dan sebangga itu padamu tapi juga sesedih itu. Saat itu aku berpikir, "Ima, ibumu sayang sekali padamu..". Aku tak mau lagi melihat tangis itu, benar-benar random.

Tapi, kau sekarang lebih tau Ima, ada segudang syukur saat aku baca di koran kau diterima di PGSD UNY setela stau tahun berjuang. Aku haru, bahkan ibuku ikut bersyukur. Dan aku tahu, itu pasti tidak jauh dari doa ibu, bapak, dan adikmu yang luar biasa.

Ah, dua puluh tahun Ima. Aku tau seberat apa hidupmu. Banyak hal yang sudah terlanjur aku tahu, dan kau tetap bertahan dengan senyum sederhana. Pada Allah, aku hanya bisa berdoa. Semoga kau semakin dewasa, semakin tumbuh menjadi pribadi yang sekuat hari ini dan lalu. Kau anak pertama yang diharapkan, kau tahu ibumu mengharap kehadiranmu lamaa, maka sungguh letakkan birul walidain itu sesuai tempatnya.

Ah, dua puluh tahun. Waktumu bertemu Allah juga semakin dekat, jangan lupakan muhasabah. Maksimalkan ibadah, menimba ilmu, berkontribusi, dan membumikan banyak cinta. Kau lebih tau dari aku yang jelas, kau jauh lebih paham saudariku. Semoga Allah menjagamu.

Semoga kau tetap HEBAT, tetap menjadi Ketua pertama perempuan di Muda-Mudi Desa. Semoga kau terkuatkan dalam barisan, aku tahu kau sekarang banyak partner dakwah yang luar biasa di kampus. Doaku, semoga kau juga bisa cepat naik motor biar bisa sering-sering kajian bersama di UGM.

Nampaknya, Allah mendewasakan aku bersamamu, untuk setiap kepingan juang yang kau sangat ingat bagaimana usaha kecil kita di belakang lab, bersama almarhum guru tercinta. Dan yang aku sangat ingat, kau yang membimbingku untuk memasuki lingkaran-lingkaran itu. Kau yang menguatkan ketika jilbab ini melebar, kau yang selalu menyentilku di kala iman mulai berceceran. Sungguh, kau sangat tahu jungkir balikku. Kini ketika kita sudah mulai jarang bersua, biarkan Allah dan semesta yang mengaturnya. Nyatanya, hidup adalah hidup. Semua tetap harus melanjutkan kisahnya mesti kita sekarang berada di 'tempat juang' yang berbeda.

Aku juga baru sadar, bahkan amanah kita detik ini sama. Koordinator Acara OSPEK Fakultas!

No comments:

Post a Comment