Monday, July 15, 2013

Ramadhan Keliling: Bareng Anak Yatim dan Dhuafa

Bismillah..



Senja, ada yang berbeda kali ini di Ramadhan ku yang kelima. Ini tentang agenda baru, tentang napak tilas perjalanan panjang ketika akhirnya aku kembali lagi duduk manis disini. Ya, di gedung TPA Al-A'Raaf. Tapi nyatanya kini sudah berganti nama menjadi "Rumah Yatim dan Dhuafa AMANAH". Ah TPA ku sudah usai, benar-benar usai dan tutup buku setelah 10 tahun lebih berdiri. Sekarang, adek-adek ngajinya di rumah Pak Jonet dan mungkin beliau lebih istiqomah daripada kami yang masih muda. Semoga menjadi catatan tersendiri nanti untuk di muhasabahi.

Baiklah mari beranjak ke hal lain. Hari ini adalah kumpul bulanan anak Yatim dan Dhuafa AMANAH. Agenda hari ini adalah berbuka puasa dan dihadiri 75 anak yatim dan dhuafa. Pukul 16.00 WIB seharusnya sudah mulai tapi berhubung ibu menyiapkan buah-buahan buat agenda ini, akhirnya telat juga berangkatnya sama ibu bapak.

Banyak hal yang dapat menjadi hikmah apalagi berkumpul dengan mereka yang ketika ditanya, "Siapa yang sudah kehilangan ayah?" hampir setengahnya mengacungkan tangan. "Siapa yang sudah kehilangan ibu?" Banyak juga yang masih mengangkat tangan. "Dan siapa yang sudah kehilangan ayah dan ibu?" Dan ada segelintir anak yang mengacungkan tangan. Baik, tubuh ini gemetar di sudut belakang. Hampir menetes. Semua tentang rumah terbayang, berangkat pagi buta, pulang malam hari. Bahkan adik sering sms, "Mbak, kata Ibu disuruh pulang jangan malam-malam..". Ah ibu, bahkan ketika aku pulang jam berapapun ibu selalu di rumah. Dan bapak, walaupun tidak selalu aku temukan bapak ketika aku pulang jam sembilan, tapi aku selalu menemukanmu di sepertiga malam terkakhir dalam sujud panjang yang dalam.

Beralih topik. Agenda kali ini banyak berbicara tentang motivasi yang pada intinya segala bentuk kekurangan itu dapat dijadikan titik balik untuk menjadi sukses. Kata bapak yang ngisi motivasi, Bapak Wawan dari Himmatu (Himpunan Insan Muslim Mandiri Tumpuan Umat) 

Bermanfaat itu: Hidup yang memiliki arti bagi orang lain

Sederhana bukan? Sebagai orang yang siap bermanfaat kita harusnya juga mampu mengambil hikmah disetiap gerak. Dan hikmah adalah ketika si hati ikhlas terbuka dan nurani mampu menerima. Pak Wawan menceritakan kisah seorang yang tak punya kaki dan tangan namun ia sukses menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain. Mengambil hikmah kehidupannya dan membaginya dengan cinta. Nick Vujicic menjadi contoh dalam hal ini. Mungkin teman-teman sering melihatnya di acara motivasi-motivasi, tapi baru kali ini saya benar-benar bisa menghayati kisahnya. Buka saja di link beliau http://www.lifewithoutlimbs.org/

Ada satu kesimpulan yang sangan menarik untuk diresapi,

Nyatanya, Tuna Harapan dan Tuna Keyakinan itu lebih berbahaya daripada Tuna Rungu, Wicara, dll
Semoga manfaat! Mari berbagi lebih banyak teman-teman Lillah, Billah, Fillah.. (Saksikanlah bahwa ini hanya untuk-Mu Rabb ku)



No comments:

Post a Comment