Wednesday, July 25, 2012

Sepanjang Perjalanan


Bismillah..


Pagi ini. masih sama dengan pagi seperti biasa. Bias semangat sedikit menurun, entah kenapa hari ini berasa akan sangat melelahkan. Bertolak dari sudut terkecil Jogja, menempuh perjalanan 45 menit dengan kecepatan 60 km/jam. Pukul 8 tepat dan targetnya pukul 9 kurang seperempat sudah harus sampai di kampus.






Bulan ini liburan kalau kata sebagian orang. Buat aku, sepertinya bulan ini libur untuk meliburkan diri. Tidak memforsir diri juga hanya saja tidak tahan kalau tidak berbuat sesuatu. Paling parah kalau menganggur ya mantengin laptop, buka paint, photoshop, atau bloging, dan itu datar banget.


Rute seperti biasa, pertigaan jodog-pertigaan smp 1 pandak-masjid manunggal bantul-pertigaan cepit-jalan parangtritis dan seterusnya sampai bundaran ugm teruk kampus tercinta. Pagi itu berasa dan sangat berasa pengen cepet-cepet ke kampus. Pun akhirnya kecepatan dinaikkan sampai pas di depan ISI kecepatan diturunkan. Tercengang. Motor sempat menginjak sepatu bapak-bapak dan tidak jauh dari itu ada sosok tengkurap dengan kepala tertutupi koran. Takjub. Darah dari kepalanya merah. Sangat merah dan itu mengalir sangat deras sampai mengalir di tanah pinggiran aspal. Kalau ditanya tertegun, amat sangat tertegun. Tiga sampai empat meter dari itu, ada satu atau dua korban lagi. Masih sama, darah merah dari kepala. Takjub untuk yang terakhir kali.


Begitu kejadian itu, langsung teringat tadi malam waktu berboncengan dengan ibu ke muslim fair. Berdua. Ah ibu, seketika aku mengingat nasihatmu malam itu saat berdua pulang dari muslim fair, "Ga ada untungnya naik motor ngebut-ngebut, kalau tiba-tiba ada kecelakaan yang kena juga yang ngati-ngati." Sederhana kata-kata ibu waktu malam itu. Sungguh, bahkan mungkin hanya kuanggap nasihat biasa. Tapi pagi kali ini, tak sesederhana itu maknanya.


Ya Allah, begitu halusnya Kau ingatkan raga ini sampai-sampai rahmat-Mu itu Engkau buncahkan dan aku pun ternasehati tanpa harus terlibat di dalamnya.


Perjalanana selanjutnya hanya 40 km/jam. Di sepanjang perjalanan, sungguh satu yang teringat. Allahu ghayatuna, sungguh Engkau tujuan akhir kami. Kepada Engkaulah kami bergantung.

No comments:

Post a Comment