Thursday, February 9, 2012

Serumit Inikah Cinta?

Assalamu'alaykum wr wb






Zalzalah, ya artinya goncangan. Ah, begitu apiknya lantutan pena Mashdar Z yang bercerita tentang cinta yang menggoncang ini. Jadi sedikit takut untuk bercerita tentang buku ini, ya, takut mengurangi 'keindahan' kata-katanya dan takut karena aku tak pernah membicarakan cinta (sesama insan manusia) sebelumnya.


Dari novel ini aku belajar (meminjam istilah Salim A Fillah) mengubah cinta menjadi kata kerja, menomorduakannya setelah cinta kepada-Nya, dan menyelami perjalanan gelombang keikhlasan. Zalzalah, dari sini aku belajar tentang cinta yang begitu teduhnya untuk dibicarakan.


Milati, anak yatim piatu yang tinggal di pondok pesantren. Ah, sungguh apiknya tokoh ini dikisahkan. Gadis asal Bantul dengan segala keceriaannya, dengan segala luapan kebaikannya, dan dengan semua kesederhanaannya membuat beberapa hati temannya luluh. Ya, luluh tak tersentuh. Darinya, seorang yang putus asa berkaca untuk mempunyai asa.


Zalzalah, bukan cerita yang biasa-biasa saja. Ya, memang berbicara tentang cinta yang menohok si hati dengan latar belakang pondok pesantren asuhan Nyai sangatlah rumit. Berbicara tentang sesaknya bernafas dalam luapan cinta seperti Majnun dan Laila.


Milati, begitu dalam ia mencintai anak lelaki Nyai hingga akhirnya Milati tahu bahwa sang anak ternyata sudah dijodohkan dengan perempuan bermata hati. Ya, bermata hati karena ia tak bisa melihat. Milati, ah betapa cinta itu misteri antik yang memendam taburan duri karena Milati harus tinggal satu atap dengan orang yang ia cintai. Ya, wujud pengabdiannya pada Nyai, ia rela membantu urusan rumah tangga anaknya yang beristri seorang bidadari buta. Hingga akhirnya, bidadari itu tahu bahwa sang suami diam-diam jua mencintai Milati. Ah, tak baik bercerita panjang lebar tanpa alur yang dibuat penulisnya.


Zalzalah, biarkan cinta sampai pada akhirnya.


Wassalamu'alaykum wr wb

2 comments: