Thursday, January 19, 2012

Jalan Itu Jalan Cinta para Pejuang

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Almost done! Jalan Cinta Para Pejuang.



Terserah kalian mau bilang aku terlambat membaca buku ini atau tidak, aku tidak perduli. Satu hal yang aku syukuri, takdir mempertemukan aku dan buku ini untuk saling bertatap muka. Membaca sepotong-potong kisah indah Jalan Cinta Para Pejuang di note facebook ternyata tidak se-luar biasa bukunya.


Memahami buku ini seperti merasakan kembali masa-masa perjuangan Rasulullah SAW. Indah, sejuk, penuh dengan cinta, dan penuh dengan karakter-karakter yang seharusnya kalian jadikan idola setelah Rasulullah SAW hari ini.


Jalan Cinta Para Pejuang, mengajakku pada cerita cinta penuh makna: mencintai sejantan Ali ibn Abi Thalib, menyelam dalam iman  sebening hati Ustman ibn 'Affan, merasakan ketangguhan di medan perang Uhud bersama Zaid ibn Haritsah, mendengar suara adzan yang bening dari Bilal, melihat kedermawanan dan ketenangan Abu Bakr, takjub pada keikhlasan Umar ibn Al-Khaththab dalam mengubah cinta menjadi kata kerja, mengenal Khadijah yang keibuan sebagai bidadari Rasulullah, memahami 'Aisyah yang pencemburu namun tetap ceria dan jelita, dan merasakan kesabaran Siti Hajar bersama Ismail kecil.


Ini beberapa kata-kata yang indah, menyentuh, dan menyentil, membuat si hati meletup namun  tak berlebihan:
  • Cemburu itu bagai api, cinta kan beku saat ia tiada, menghangatkan ketika tepat ukurannya, dan membakar saat meraksasa
  • Begitulah risiko berpikir besar. Disalahfahami. Lalu dikagumi. 
  • Jika cinta adalah matematika. Maka yang mencintai kita. Akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga. Membagi kesedihan hingga tak berarti. Menambah keyakinan hingga utuh. Mengurang keraguan hingga habis
  • Berbahagialah mereka yang digerakkan oleh cinta kepada hidayah
Sungguh, di Jalan Cinta Para Pejuang, mari mengubah cinta menjadi kata kerja, mari menjadikan mati syahid sebagai cita-cita, mari meletupkan gairah rumah surga, dan mari membangun islam, iman, dan ihsan dalam sebuah jalan bernamakan jalan cinta para pejuang (diilhami dari Jalan Cinta Para Pejuang-Salim A Fillah)

Selamat membaca!!

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Ditulis: Sore hari bertemakan semangat

No comments:

Post a Comment