Friday, December 2, 2011

Selamat!! Kamu Dapat Hadiah

Assalamu'alaykum wr wb


Seperti Pohon (Kokoh Namun Tetap Berwarna)


Hari ini ingin mebuka ingatan lama waktu masih jaman SMP kelas satu. Ya, ini tentang pikiran seorang 'anak kecil' yang masih belajar mengenai keindahan syariat-syarian Islam. Sungguh, Yang Maha Benar itu hanya Allah semata. Tapi, justru dari  pikiran-pikiran 'anak kecil' itulah saya menyadari bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini (entah berbobot ataupun tidak) merupakan sebuah rangkaian aturan dan karunia-Nya yang indah.


Waktu itu ada semacam berita tentang larangan muslim memasuki negara-negara liberal. Nah, dari situ timbul suatu pikiran khas 'anak kecil' tadi,
"Enak banget jadi cowok, mereka kan nggak pake jilbab? Jadi, pasti enak tuh mau kemana-mana, nggak dilihatin banyak orang gara-gara jilbabnya. Beginilah jadi cewek, ribet ngurusin jilbab. Makanya tu, pada nunda-nunda buat berjilbab."
Sangat umum. Kata-kata seperti itu sangat umum. Bahkan, kata-kata seperti itu sering dijadikan sebagai alasan klasik mereka menunda memakai jilbab. Selain itu juga karena alasan ilmu dalam hal agama. Hari gini masih banyak alasan untuk tidak berjilbab? My sista, udah ga gaul hari gini ga berjilbab, kiamat sudah dekat. Hehehe


Pada akhirnya, terlihat deh bahwa si 'anak kecil' itu seperti orang yang menggugat ketentuan-Nya. Astaghfirullah, namanya juga 'anak kecil' yang masih labil. Setelah labil, tentunya harus mencari pencerahan dong! Kalau labil terus nanti malah galau dan itu sangat mengancam masa depan kita dan anak cucu kita (jadi, tolong galaunya di unfollow ya teman-teman).


Singkat cerita, alhamdulillah belajar tentang fitrah wanita itu memang indah. Intinya, jilbab itu adalah sebuah identitas yang dihadiahkan Allah khusus untuk wanita muslim. Bersyukurlah bagi wanita yang dengan bangganya menjulurkan jilbab sampai akhir hayat nanti karena itulah yang membedakan kita dengan orang non-muslim.


Setiap ketentuan-Nya itu mempunyai tujuan yang sangat mulia. Ada sebuah cerita tentang seorang wanita muslim yang tak pernah takut menggunakan jilbabnya. Lima tahun ia tinggal di Rusia. Mungkin tanpa identitasnya sebagai muslim, dia tidak akan pernah ditawari makan-makanan yang halal disetiap toko yang ia kunjungi. Mungkin, tanpa jilbab sebagai identitasnya, ia tidak akan diperlakukan dengan hormat oleh laki-laki non-muslim. Karena apa? Ya, karena itulah identitas wanita muslim.


Jadi, wanita-wanita muslim. Sambutlah hadiah dari Allah, sebuah jilbab yang khusus hanya untukmu. Iya, khusus hanya untuk wanita muslim sepertimu. Mau kapan lagi? Kalau tunggu ilmu agamanya bagus, keburu diuber-uber sama malaikat pencabut nyawa lho. Kalau sahabat saya bilang,
"Bukankah setiap wanita (yang mengaku Islam) itu wajib menutup aurat? Tidak pandang seberapa ilmunya karena jilbab adalah identitas seorang wanita muslim."
Selamat menyambut hadiah ini (Surat Al-Ahzab : 59), hadiah langsung dari Allah untuk wanita-wanita yang beruntung. Sampai jumpa di syurga insyaAllah, hammasah ukhtifillah!


Wassalamu'alaykum wr wb


Ditulis: Sore hari tanpa pena dan kertas ujian

2 comments:

  1. nungkiii cek http://saraswatikirana.blogspot.com/2011/12/ngerjain-pr-dari-mbak-glo.html yaaa :D

    ReplyDelete