Monday, November 7, 2011

Amanah, Aku Ingin Bercerita..

Assalamu`alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Apa kabar amanah? Setia sekali kau dipundakku hingga aku hanya ingin tersenyum melihat bobot tubuhmu yang kian berat. Amanah, akan berapa lama kau disitu? Bukan maksud mengusirmu, hanya saja ada saatnya kau sedikit meringankan berat badanmu karena kadang aku sedikit 'jenuh'.

Kadang ingin menghentikan rotasi waktu untuk sejenak menurunkanmu dari pundak ini, tapi aku tidak bisa karena dibelakangku ada barisan ukhuwah yang ikut membersamaiku saat pundak ini rapuh. Mereka yang memberi topangan-topangan sayap disaat kau mulai memberat, merekalah yang mengisi celah disaat pundak ini mulai berlubang, dan hebatnya mereka tetap ada bahkan disaat pundak-pundak mereka lebih berat dari pundak ini.

Amanah, beritahu aku bagaimana meringankan berat tubuhmu? Hingga berkah yang kudapat akan sama. Tidak mungkin kah?

Mungkin benar, ikhlas yang akan meringankan bebanmu. Ikhlas dengan semua amanah yang 'berat' ini. Bukankah baginda Rasulullah SAW ikhlas ketika dakwahnya ditolak, namun ada Fatimah yang pembelaannya membuat amanah meringan. Bukankah baginda Rasulullah SAW ikhlas ketika diturunkannya ayat-ayat Allah yang indah hingga pundak itu terus memberat. Namun ada Khatidjah yang dengan ikhlas membersamainya dalam sebuah jalan khalifah.

Amanah, mungkin kau benar. Ikhlas dengan kebersamaanmu adalah kuncinya. Ikhlas sebagai pejuang di akhir zaman. Ikhlas dalam jalan dakwah yang kadang mengambil semua dalam kesendirian. Tapi aku bahagia, Amanah. Ada keajaiban dalam dekapan ukhuwah. Jubah ukhuwah itu akan selamanya berjudul "ukhuwah" yang tali pengikatnya adalah aqidah, yang perhiasannya adalah jalan dakwah, yang pelindungnya adalah firman-Nya, dan yang tujuan akhirnya adalah jannah-Nya.

Pada akhirnya, aku bukanlah siapa-siapa, Amanah. Kenapa terus mengeluh padahal tak semua orang dibersamai olehmu, Amanah. Mari tersenyum, mari berlelah-lelah, mari bersakit-sakit karena dunia ini hanya sebuah cerita fiksi dengan skenario indah dari-Nya. Semua cerita non fiksi hanya ada di jannah-Nya, bersama sahabat-sahabat dan pejuang surga, bersama keluarga yang sejenak kutemui di dunia, dan bersama seorang jodoh yang Kau janjikan dan tak pernah Kau ingkari.

Ditulis:
Sore hari bersama senja (lagi)
Untuk sahabat surgaku


Wassalamu`alaykum warahmatullahi wabarakatuh

No comments:

Post a Comment