Friday, September 16, 2011

Refleksi Diri tentang Tarbiyah

Perbaiki Dirimu dan Berda’walah kepada Orang Lain..

Hamasah!!

Ada sebuah rangkaian unik di dalam kehidupan berjamaah kita.. Yang satu bisa mempengaruhi yang lainnya.. Bahkan sampai masalah keistiqomahan,, sebab yang satu bisa berpengaruh ke sebab yang lain.. Mereka bisa saling menguatkan atau justru malah saling melemahkan.. Ya, mereka adalah tentang keteladanan..

Satu contoh mudah adalah tentang tarbiyah.. Terkadang ada kasus tentang akhwat yang futur karena kecewa dengan murobbiyahnya atau ustadzahnya. Atau adik-adik yang tidak mau lagi melanjutkan ngaji karena kecewa dengan sosok kakak tingkatnya yang sebelumnya ia kagumi. Tragis. Tapi ada juga kasus sebaliknya,, dimana ada seorang akhwat yang melejit karir da’wahnya karena kekagumannya terhadap murobbiyahnya atau kakak tingkat yang sudah lama berkecimpung di dunia da’wah..

Sayangnya, aku termasuk tipe orang yang mudah sekali terpengaruh dengan lingkungan dan juga dengan sebentuk “sosok”..


Sedikit cerita untuk mengawali tulisan ini, dulu aku pernah memiliki tokoh da’ia yang kukagumi. Sebut saja tokoh itu dengan nama Fulanah. Beliau adalah sosok yang berkharisma, yang lisannya terasa begitu halus dan dapat dipercaya, yang nasehatnya selalu solutif dan pantas untuk diteladani. Hingga suatu ketika aku mengetahui ada suatu cacat didalam diri itu, ini tentang suatu sikap yang seharusnya beliau tau betul bagaimana seharusnya disikapi oleh seorang muslim, namun beliau justru memilih untuk khilaf dengan suatu sebab itu. Dan aku benar-benar merasa sakit hati waktu itu, begitu sakit hatinya hingga membuat aku sempat berpikir “Lalu untuk apa semua ini? Untuk apa aku sekarang berusaha menjadi seperti ini? Toh beliau yang sudah seperti itu saja ternyata juga tidak bisa istiqomah terhadap da’wahnya.”

Hmm, benar-benar pemikiran childish.. Tapi alhamdulillah, Allah membuka nalarku untuk tak begitu saja menggelapkan cahaya iman di hati ini.. Ya, aku mulai mencari pembenaran kesana-sini, aku pergi ke kakak-kakak yang pada mereka masih kusisakan sedikit kekaguman terhadap da’wahnya, tak lupa aku juga pergi ke murobbiyahku, mencurahkan segala kekecewaan hati ini terhadap kekhilafan sosok itu..
Dan pada mereka lah, alhamdulillah, iman ini kembali dikuatkan.. Oleh mereka lah, semangat da’wah ini kembali menggelora..

Masih teringat salah seorang kakak yang tersenyum mafhum terhadap pengaduanku itu, lalu berucap, “kita hanya punya 2 senjata untuk bertahan di dunia yang memuakkan ini, iman yang menggelorakan semangat dan ukhuwah yang mengobati luka-luka.. Dan begitulah Allah mendidik kita, dari satu mihwar ke mihwar selanjutnya,, dari satu marhallah ke marhallah berikutnya.. Maka bersiap siagalah.”
Tak lupa juga dengan saran dari murobbiyahku yang masih kuingat hingga sekarang, “Jangan sampai lengah, karna syaitan selalu punya cara untuk menggoda umat yang beriman.. Mari kita tengok pada pengaduanmu, bahkan seorang sosok yang kau anggap begitu sholehah saja masih bisa terjerumus pada suatu khilaf seperti itu, bagaimana jadinya kalau kau justru melemahkan iman dan keluar dari barisan da’wah? Jangan pernah takut untuk berjuang, karna kau tak pernah sendirian, kami bersamamu.”

Ya, betapa beruntungnya aku masih memiliki mereka, orang-orang yang kuyakin akan tetap istiqomah berda’wah.. Betapa bersyukurnya aku karna diberi sebuah keluarga dalam ikatan ukhuwah islam seperti mereka.. Dan itulah sekuat-kuat alasan mengapa aku masih bertahan di barisan da’wah ini, karena aku percaya bahwa aku tak pernah sendirian, karna mereka tak pernah meninggalkan barisan ini, dan juga karna aku dibersamai oleh kelompok orang-orang sholehah seperti mereka..

Aku mencintai mereka karna Allah,, dan aku akan selalu menunjukkan cintaku pada mereka di jalan Allah.. Walaupun tertatih kaki ini berjalan, jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan,, sekalipun tak akan.. Maka disinilah aku sekarang,, masih terus berjuang memperdalam ilmuku, dan masih akan terus berjuang untuk berda’wah.. Karna shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah..

Hamasah

*artikel ini sebenarnya kutulis karna suatu tugas,, tak apa kan kalau sekalian ku post

 Reblog from: http://nizsasha.blogspot.com/2011/08/refleksi-diri-tentang-tarbiyah.html
(Sengaja saya reblog karena apa yang ukh Sasa rasakan sama dengan apa yang saya rasakan, semangat ya ukhti!!)

No comments:

Post a Comment