Thursday, September 1, 2011

Menangislah karena Allah


Assalamu`alaikum wr wb

Senang rasanya bisa berbagi banyak hal lewat blog ini. Semoga kisah ini dapat memberikan semangat untuk akhi dan ukhti (serta saya tentunya) tentang satu hal penting yang bahkan kita lupakan disaat-saat Allah memberikan waktu luang.







KISAH 1

Malam minggu yang kemarin, saya berkunjung ke tempat simbah. Disana aku bertemu keponakanku, sebut saja ukhti kecil. Kebetulan sekali bisa bertemu dengan ukhti kecil yang baru kelas 6 SD (12 tahun) ini. Biasanya ketemu hanya waktu Idul Fitri atau acara penting lainnya.

Setelah banyak bercerita, entah kenapa aku menanyakan hal ini.
Aku   : Dek, giamana hafalannya?
Ukhti : Alhamdulillah. Tapi aku baru hafal 20 juz mbak. Mbak Nungki gimana?
Aku   : Terdiam.. (dan seperti inilah aku, bukan seorang apa-apa..)

KISAH 2

Mungkin yang satu ini juga teman-teman dengar waktu ikut training motivation kemarin. Ada seorang muallaf(orang yang masuk/kembali Islam). Dia mencari Allah sekian lama hingga akhirnya menemukan Allah SWT waktu kelas 3 SMP. Sudah beberapa tahun berlalu dan sebentar lagi ia hafal Al-Quran. (dan seperti inilah aku, bukan seorang apa-apa..)

Pelajaran hari ini(terutama untuk saya):
Mari sedikit bermuhasabah seperti apa kita ini, sudah 18 tahun (saya) tapi masih seperti daun layu di pohon seberang. Dimanakah gerak getar hati ini untuk menghafal Al-Quran seperti anak 12 tahun  atau mungkin sahabat-sahabat kita di bumi Allah Palestina yang bahkan setiap harinya hidup dalam sebuah tali pengikat bernamakan kematian. Seorang muallaf yang sebentar lagi hafal Al-Quran. Subhanallah. Bagaimana dengan kita yang sudah dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Islam sejak pertama kali menghirup nafas dunia?

Menangislah karena Allah dan api neraka tak akan menyentuh mata kita.
Wallahualam bishawab

Wassalamu`alaikum wr wb


Ditulis: malam hari ketika hati bergemuruh.

No comments:

Post a Comment