Thursday, September 22, 2011

Hargailah Waktu Sebelum Mesin Waktu Ditemukan

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Mana yang lebih cepat? Kamu atau aku (waktu)?

Seorang anak 6 tahun sedang menunggu ayahnya bekerja seharian.. Akhirnya ayahnya pulang ..
Anak : Ayah, engkau sudah pulang.. bolehkah adek tahu gaji ayah?
Ayah : Untuk apa adek? Ayah capek seharian bekerja, bagaimana kalau esok saja?
Anak : Tidak bisa ayah, harus sekarang..
Ayah : Baiklah. . Gaji ayah sebulan sekitar Rp.16.800.000,00..
Anak : Benarkah ayah?
Ayah : Iya, kira-kira seperti itu. Adek, memangnya kenapa?
Anak : Tidak apa-apa.. Jika ayah sebulan bekerja terus, maka sehari ayah akan membawa pulang uang Rp.560.000,00. Berarti setiap jam ayah digaji Rp.40.000,00. Betul tidak ayah?
Ayah : Ya, kira-kira seperti itu.. Pintar benar adek sekarang..
Anak : Kalau aku minta uang Rp.15.000,00 boleh tidak yah?
Ayah : Untuk apa? Kalau beli mainan besok saja. Sudah malam, ayo tidur..
Anak : Tidak mau, ayah.. (menangis) aku minta uang itu sekarang..
Ayah : Iya, tapi untuk apa? Sudah malam..
Anak itu terus menangis seraya membawa uang di tangan kanannya dan mainan ular tangga di tangan kirinya..
Ayah : Jangan menangis ya, sekarang jawab, untuk apa adek minta uang itu?
Anak : Aku ingin membeli waktu ayah. Ayah bilang, ayah digaji Rp.40.000,00 setiap jam. Aku hanya punya uang Rp. 25.000,00 dari uang tabunganku. Sisanya aku pinjam ayah dulu ya. Aku pengen main ular tangga dengan ayah, satu jam saja cukup buat adek..
Tak ada kata yang dapat Ayah katakan. Ia menangis seraya memeluk anak itu.

Tanyakan betapa pentingnya satu tahun itu bagi seorang anak yang gagal ujian sekolah..
Tanyakan betapa pentingnya waktu setiap detik pada orang yang selamat dari kecelakaan maut..
Mari hargai waktu kawan, seperti seorang pelari di ajang olimpiade .. Ia tahu bagaimana pentingnya setiap satu per mili detik..
dan mari pertanggungjawabkan setiap mili detiknya pada Allah SWT..

Wassalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Dari seorang ukhti yang mau berbagi ilmu padaku..
ditulis kembali: ketika sejenak melepaskan pena dari tangan, sementara esok adalah ujian..

2 comments:

  1. Merinding aku bacanya... beneran deh....
    Setelah di pikir - pikir sendiri, Telah begitu banyak detik waktu dalam hidupku yang berlalu dengan sia - sia.... *Eh, gak nyambung ya?*.
    Whateverlah....

    ReplyDelete
  2. anna_ nyambung ko, tenang saja.. mari berbenah diri dari sekarang (dah ga ada waktu ni, kiamat jga sudah dekat)
    *memperingati diri sendiri juga*

    ReplyDelete