Tuesday, November 4, 2014

Sekotak Dapur: Muffin Vanilla Chocochips

Bismillahirrahmaanirrahiim..
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh




Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga buat Muffin. Sudah sejak lama, semenjak saya trauma makan muffin gegara beli disebuah toko kue yang memang diragukan karena masih newbie baru saja dibuka. Saat itu, saya berpikir kalau Muffin sama kayak roti bolu biasa dan semenjak saya beli di toko kue itu saya dengan mudah menyimpulkan kalau saya tidak suka Muffin. Setelah sekian lama, saya lihat resep-resep kue. Ada banyak sekali yang bilang kalau Muffin ini gampang sekali buatnya, alhasil saya penasaran apakah Muffin itu masih terasa sama tidak enaknya.

Oh iya, kenapa saya bikin hari Senin? It's all because a want to give a gift for my partner! She is Iin (Soil Science UGM, 2011). Pukul 11 dia akan smeinar kelas, rasanya pengen aja masakin something buat dia sekalian  buat teman2 satu angkatan yang sering protes karena foto makanan yang sering saya share tidak sampai ke mulut mereka. Baiklah, sebelum jauh saya bercerita dan anti kejauhan, mari kita tengok sebenarnya Muffin itu apa.

Muffin merupakan makanan khas Inggris yang biasa disajikan hangat di musim dingin. Bentuk kue ini mirip cupcake, hanya saja Muffin mempunyai ke khas an pada cara mengonsumsinya. Biasanya, Muffin yang sudah matang akan dibelah jadi dua, diolesi dengan margarin dan dihangatkan lagi. Kue ini sangat cocok untuk teman teh hangat di pagi hari.

Saya pakai resepnya Bundanya Nadhifa dengan sedikit modifikasi karena buatnya lebih banyak. Berikut bahan dan cara pembuatannya, semoga bermanfaat yaa.. (9 cup Muffin dengan diameter blunder cup 4-5 cm, tinggi 8 cm)






Bahan Kering:
  • 400 gram tepung terigu protein sedang (saya pakai segitiga biru)
  • 100 gram chocochips
  • 2 sdm baking powder (pastikan yang masih baru ya)
  • 1 sdt baking soda (optional, nggak pakai nggak apa-apa)
Bahan Basah
  • 250 gram gula pasir 
  • 2 butir telur ukuran besar
  • 350 ml susu tawar (saya pakai fresh milk dari KP4 UGM yang saya beli di Agromart Peternakan UGM, 500 ml cuma Rp 3800, hemaa)
  • 75 gram margarin, lelehkan, tunggu dingin sebentar
  • 1 sdt essence vanilla (untuk menghilangkan bau amis telur 
Cara Pembuatan:
  • Panaskan oven terlebih dahulu ketika pembuatan adona. Oven yang kurang panas akan menghambat Muffin mengembang 
  • Campur bahan bahan kering dalam satu wadah besar, jangan lupa diayak dulu agar terhindar dari bahan asing. Aduk agar rata, sisihkan.
  • Campur semua bahan basah, menurut saya masukkan telur dan gula terlebih dahulu. Pastikan mereka bercampur rata. Aduk dengan garpu hingga tercampur merata.
  • Masukkan baan basah ke bahan kering, aduk sebentar. Jangan terlalu lama ya mengaduknya karena pengadukan yang terlalu lama bisa menghilangkan tekstur Muffin yang bergerigil. Hentikan pengadukan ketika dirasa semua bahan kering sudah terbasahi.
  • Siapkan blunder cup untuk muffinsebanyak 9 blunder cup. Masukkan adonan 3/4 dari tinggi blunder. Jangan kepenuhan ya, soalnya Muffin bakalan ngembang ke atas.
  • Beri taburan chocochips lagi di atas adonan supaya lebih legit dan cantik
  • Oven selama 30 menit dan Muffin siap dipantau. 10 menit pertama, biasanya adonan sudah mulai naik. Jika sudah agak kecoklatan, bisa langsung diangkat.
  • Muffin siap disajikan hangat dengan teh.




Tips: Pastikan adonannya lumpy ya, berlumpur gitu, jangan terlalu cair. Biasanya adonan lumpy agak lengket di sendok, bisa mindahinnya dengan cup ice cream. Jangan terlalu lama juga mengadukanya, supaya tekstur Muffin nya oke, nggak padat.

Wednesday, October 29, 2014

Sekotak Dapur: Ebi Katsu

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh


Selamat pagii.. Sempat-sempatin posting beginian desela-sela belajar pencemaran buat UTSweet. Jadi, kemarin malam rumah heboh buat arisan ibu-ibu RT. Berhubung ibuk suka masak, akhirnya dapur mengepul sejak pagi. Saya yang tadinya siap-siapin teknis buat penelitian di rumah kaca, berbalik arah pindah lapak ke dapur. Ibuk masak misoa goreng telur untuk makanan ringan dan ternyata udangnya sisa 1 ons atau 28 gram udang (sebagian buat ebi katsu sebagian dibikin bakwan udang kesukaan Bapak). Alhasil, saya beraksi.

Setelah lihat isi kulkas, masih ada tepung roti yang Januari sudah mau kadaluarsa, akhirnya saya berpikir untuk masak Ebi Katsu yang cara buatnya pernah saya lihat di Cooking with Dog di YouTube. Sebelum ke resep, mari kita liat deskripsi singkat apa itu Ebi Katsu?

Ebi katsu atau shrimp katsu merupakan makanan yang berasal dari Jepang. Makanan ini sudah terkenal di Indonesia lewat menu-menu yang disajikan di tempat makanan Jepang. Biasanya disajikan dengan saos mayo yang dicampur telur rebus dan salad sayur (wortel, kubis, dan mentimin). Ciri khasnya ada pada tepung roti remah yang digunakan untuk selimut udangnya.

Berikut resep step by step nya.. Semoga bermanfaat!


Bahan utama
10 gram udang

Bahan selimut
  • 1 buah telur
  • 50 gram tepung roti (saya pakai merk Mamasuka)
  • Garam secukupnya
  • Lada bubuk secukupnya
  • Minyak goreng
Cara pembuatan
  • Siapkan udang segar. Bersihkan dari kulit kitinnya yang keras. Bagi yang nggak suka ada kepalanya bisa dibuang (saya nggak suka). Bagi yang suka, bole banget (yang ada kepalanya bentuknya lebih bagus, ebi katsunya jadi lurus dan nggak bengkok)
  • Jangan lupa dibagian bawah peru dibuang garis hitam yang isinya kotoran perut. Biasaya bisa dibuang diambil dengan tusuk gigi.
  • Udang yang sudah siap, beri sedikit sayatan memanjang di bagian perut bawah
  • Seasoning udang dengan lada bubuk dan garam. Kalau ada jeruk nipis, bisa hilangkan bau amis dengan jeruk nipis terlebih dahulu
  • Siapkan tepung roti, telur kocok lepas, dan udang
  • Celupkan udang di telur, lanjut ke tepung roti, telur lagi dan terakhir tepung roti
  • Adonan siap digoreng
  • Kalau mau menunggu, sebenarnya dinginkan di freezer supaya tepungnya menempel akan lebih baik (berhubung saya dan ibuk kelaparan di dapur dan kompornya gantian sama ibuk, akhirnya langsung di goreng aja)
  • Pastikan minyak benar-benar panas, goreng dengan api sedang
  • Kalau sudah kuning keemasan, ebi katsu siap diangkat


Penyelesaian
Sajikan dengan saos kesukaan kalian (saya pakai mayo sama saos tomat kesukaan saya). Sebenarnya ditambah salad lebih enak. Kalau mau yang sedikit ribet tapi enak buat saos dari telur rebus yang dicacah, beri mayones kuning atau yang lebih sederhana mayones yang dicampur dengan saos tomat dan pastry yang dipotong halus.

Tuesday, October 28, 2014

Sekotak Dapur: Homemade Pizza Mayo

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh



"Nungki, oven mau?" Tanya ibuk di suatu sore ketika tetangga nawarin oven. Ibuk, itu semacam pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab. Alhamdulillaah, setelah menunggu momen ini, akhirnya sampai juga oven itu di rumah. Percayalah, ini oven paling murah setelah saya menjelajahi banyak toko karena saya langsung beli di pengrajin oven. Hanya 100 ribu! Saya pernah lihat di toko hampir 200 ribu bahkan lebih yang model punya saya. Loyangnya juga murah, lebih hemat 2000-3000, biasanya loyang bulat 9000, ini hanya 6000. Intinya, terimakasih banyak ibu, dan tetangga yang menunjukkan jalan yang benar bagi saya untuk beli oven.

Pertama kali saya berpikir untuk buat cookies dari oatmeal, tapi berhubung belum tau banyak tentang dunia per-baking-ngan, saya memutuskan masak yang mudah dan pernah saya coba tapi gagal, yaitu pizza. Saya masih penasaran cara buat dough pizza yang empuk dan ngembang dan tidak keras dalamnya karena sewaktu buat pizza fruity, itu dough nya tidak recommended. Akhirnya cari resep dan dapat resep dari Bundanya Nadhira atas rekomendasi Tika. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat homemade pizza mayo karena masih punya banyak mayones di kulkas, keburu kadaluwarsa.

Sebelum masuk terlalu jauh, kita perkenalan singkat dulu ya dengan pizza. Pizza merupakan makanan yang berasal dari Italia. Pizza adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau "keju pizza" (Wikipedia). Topping atau atasnya dapat dimodifikasi sesuai selera. Asal kata "pizza" belum jelas, tapi pertama kali muncul tahun 997 dalam Bahasa Latin Pertengahan, dan di Napoli pada abad ke-16 sebuah galette disebut sebagai pizza. Pada waktu itu, pizza adalah alat tukang roti, sebuah adonan yang digunakan untuk menentukan temperatur oven. Makanan para warga miskin, pizza dijual di jalanan dan belum dianggap sebagai resep dapur terkenal.

Langsung saja ya, berikut resepnya:


Resep adonan (dough)
  • 250 gram Tepung terigu protein sedang (saya pakai segitiga biru)
  • 1,5 sdt ragi (saya pakai Fermipan)
  • 150 ml air hangat kuku
  • 0,5 sdt gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 3 sdm minyak sayur
Saus: 
  • 3 sdm Saos tomat
  • 2 sdm Saos pedas
  • 1 sdm Saos tiram
  • 1/2 buah Bawang bombai
  • Garam secukupnya
  • Lada bubuk secukupnya
  • 1 sdm Tepung maizena
  • Oregano (saya skip karena malas beli)
Topping 
  • 50 gram keju
  • 3 buah sosis
  • 5 buah bakso
  • 25 gram bungkus mayones
  • 1/2 buah bawang bombay

Cara pembuatan:
Adonan. Ambil 50 ml air hangat, masukkan fermipan dan gula, aduk rata diamkan 10 menit hingga keluar busa. Siapkan bahan kering berupa tepung. Buat lubang di tengah-tengah gundukan tepung, masukkan garam dan masukkan air fermipan perlahan lahan dan uleni sampai kalis. Tambah sedikit minyak sayur, diamkan dan tutup dengan kain lembab selama 1 jam. Kalau sudah mengembang 2 kali lipat, kempiskan, uleni sebentar, dan adonan siap dipakai.
Saos. Tumis bawang bombai hingga harus, masukkan sedikit air. Masukkan saos pedas, saos tomat, saos tiram, aduk hingga rata dan kentalkan dengan larutan tepung maizena. Tambahkan garam dan lada bubuk. Done!
Toping Potong semua bahan toping sesuai selera dan tata di adonan yang sudah disiapkan di loyang.
Penyelesaian Siapkan oven, panaskan 300 derajat dan pastikan saat adonan nanti masuk, oven sudah panas stabil. Tata adonan di loyang yang dilumuri mentega dan minyak sayur, tambahkan saos, lalu keju, sosis, bakso, bawang bombai, dan mayo.. Kalau suka, bisa tambahkan hiajuan semacam daun bawang. Oven selama kurang lehih 20 sampai 25 menit. Pizza siap disajikan.

Tips: Kuncinya ada di ragi untuk yang dough pizza, pastikan berbusa ya. Pendiaman selama 10 menit merupakan proses proofing, pemeriksaan apakah masih aktif atau tidak ragi instannya. Kalau tidak segera ganti ragi..

Semoga bisa membantu. Hari ini, pizza saya diicipi sama keluarga dan teman-teman di lab Soil Fertility. Katanya sih enak, alhamdulillaah.. Semoga next bisa berbagi resep. Semoga saya diterima di NCC dan LBT ya.. (Apa itu?) Next ceritanya insyaAllah..

Wassalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh

 

Wednesday, September 3, 2014

JTM 16: Kuliah Kerja (Benar-benar) Nyata

Bismillaah :)
Assalamu'alaykum warahmatulloh wabarakatuh..




“Untukmu negeriku, terimalah salam bakti dari kami
Ajari kami arti hidup yang sebenar hidup
Ajari kami arti  cinta pada ibu pertiwi
Ajari kami arti tetes darah dan keringat pahlawan kami
Ajari kami cara terbaik mengisi kemerdekaan kami dengan hati sanubari
Untuk tanah airku tercinta, Indonesia
Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata.."
(Amdela, 2014)

Alhamdulillaah, selesai sudah KKN kali ini. Beribu syukur, ucapan terimakasih lengkap dengan permohonan maaf, serta do'a yang sembunyi-sembunyi terlantunkan. Ada kelegaan, ada keharuan, ada ketakjuban yang terselib dari ini semua. Cukup Allah Ta'ala yang menilai gerak gerik kami disana.

Cerita kali ini akan sangat random sepertinya. Bukannya tidak mau membuka folder tentang setiap detiknya, tapi rasanya akan butuh banyak waktu untuk menuliskan semua tentang kalian. Kali ini, mari kita mulai dari awal. (Sambil contek I-2)



“Pertama kali aku bertemu dengan kalian. Aku tidak mengingat apapun. Tidak teringat apakah langit tampak cerah saat itu, atau malah matahari yang bersembunyi? Karena… bagiku yang terlihat dan teringat jelas hanyalah diri kalian..”

Perkenalkan, kami pejuang JTM 16. Kami beranggotakan 25 orang yang berasal dari berbagai pulau dan provinsi. KKN kami dibagi menjadi empat sub unit, yaitu Dusun Gumong, Darih, Baalang, dan Geppeng. Di akhir-akhir KKN nanti, kita punya nama untuk masing-masing sub unit, KaGum (Keluarga Gumong), PeRih (Persatuan Darih), KeBal (Keluarga Baalang), dan MuPeng (Manusia Geppeng). Betapa bersyukurnya saya karena kami tinggal satu unit, bukan per sub unit. Ini kesempatan langka menurut saya karena dengan seperti ini, saya bisa mengenal buanyak orang, tidak hanya sebatas satu sub unit. Selain dibagi empat unit, kami dibagi lagi dalam lima bidang, yaitu bidang Infrastruktur, Energi, Pertanian, PSDM, dan Kesehatan.

Keberangkatan dimulai setelah upacara pelepasan menggunakan bus untuk langsung jalan dari Jogja ke Madura. Bus kami aman dan tenang, tapi kalau masalah nyaman itu subjektif. Kita satu bus dengan barang-barang bawaan yang tumpeh-tumpeh. Menurut saya, di awal masih diaam sekali. Kalau kata Mbak Fivi, pencitraan di awal berhasil. Entah di akhir nanti :) Oh iya, sejak awal saya sudah ingin masuk ke KKN ini, melihat orang-orangnya yang semisi buat benar-benar KKN. Background mereka yang kebanyakan dari KSF juga menjadi pertimbangan tersendiri karena menurut saya misi dan visi gerak KKN itu sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di dalamnya.

Singkat cerita, sampailah kami disini, di tanah Madura yang kata orang pulau garam di Indonesia. Pantainya panjang terhampar sewaktu kita dalam perjalanan. Jembatan Suramadu juga terlihat bercahaya dari kejauhan. Ah iya, saya mengharu biru waktu Pak Rohman dan Bu Rohman masih mengenali saya ketika saya datang. Padahal, PPMBR yang dulu saya ikutin sudah laamaa. Ah ibuu, masih sama mudanya, malah sekarang sudah ada Maqin nye nye nye :)


KKN kami mempunyai total program sekitar 24, mulai dari program tema dari bidang pertanian dan energi hingga program non tema dari infra, psdm, dan kesehatan. Ini ada beberapa dokumentasi terkait pelaksanaan program. Mungkin, tidak akan saya ceritakan semuanya, cukup beberapa yang semoga ketika saya ceritakan bisa menginspirasi dan bermanfaat.



Pembuatan Biopestisida hingga panen
Pembuatan Biogas permanen untuk listrik
Pembuatan pupuk kompos hingga panen
Penyuluhan Cuci tangan, gosok gigi, dan jajan sehat
Pembuatan Dhudhul Pao (Dodol Mangga)
Aplikasi Vertikultur
Pembuatan Pakan Ternak
Peningkatan Minat Baca Dusun Darih


Semua kegiatan selalu mempunyai kesan tersendiri. Tentunya masih buanyak agenda yang tidak di dokumentasikan di blog ini. Pada intinya, saya belum ngopy semua kegiatan di KKN. Di blog ini, saya ingin menceritakan kisah adek-adek sholih solihah yang kita ajak program peningkatan minat baca. Kegiatan ini dilaksanakan setelah Isya' di langgar Bibi Siti. Jadi, di Madura setiap kelompok rumah (3-4 rumah) mempunyai langgar kecil untuk sholat dan mengaji. Di ruma Bibi Siti (kami manggilnya Mbe Siti).


Adek-adek disini mempunyai jam terbang yang luar biasa tinggi. Pagi biasanya sekolah sampai siang, nanti jam setengah dua sudah mulai madrasah sampai sore, lanjut ngaji di langgar sampai Isya'. Jadi, disini mereka jarang belajar kalau nggak ada PR. Oleh sebab itu, PMB (Peningkatan Minat Baca) dilakukan untuk memantik kecintaan mereka terhadap ilmu. Di langgar Bibi Siti, ada sekitar 12 anak. Suatu sore kita belajar tentang cita-cita. Ah iya, dibagian ini saya ingaat sekali cita-cita kalian. Yang ingin jadi dokter ada dik Sida, Mila, dan Dik Fara. Dik Iis ingin banget jadi Guru Bahasa Arab. Ada lagi dik Fahri yang mau jadi polisi, katanya biar bisa nangkap penjahat. Kalau Rawi katanya mau jadi pilot. Yang mau jadi guru IPA ada dik Maria. Nah, ini yang menurutku ehm membuat saya berpikir berulang-ulang. Namanya dik Zainal kelas 2 SD.

Nungki: Zainal mau jadi apa?
Zainal: Bu Nungki, Bu Nungki. Zainal punya dua cita-cita!!
Nungki: Wah, keren? Apa aja?
Zainal: Pertama, Zainal mau jadi Guru Agama!
Nungki: Bagus-bagus, muridnya nanti harus pintar kayak Zainal yaa
Zainal: Keduaa, zainala mau jadi MANUSIA SERIGALA! Haha
Nungki: ^$^%#%^#& Kamu tau itu darimana dik?
Zainal: Bu Nungki nggak tau GGS ya?
Nungki: Apa?
Zainal: Ganteng-ganteng Serigala Bu Nungki! Besok, kalau saya ketemu Bu Nungki tak gigit. Oh iya, Zainal suka Galang, Bu!
Nungki: (Mulai saat itu, saya tau tokoh-tokoh di GGS)

Oh iya, singkat cerita (lagi) kami penarikan dan bersiap pulang. Kita semua mampir ke tempat Bu Nyai di Pondok pesantren At-Tahririyah deket pantai. Jadi, di pondok yang benar-benar deket pantai, punya nuansa dan pesona tersendiri. Pernah waktu malam Ramadhan, kita diundang untuk buka bersama. Waktu itu, kita diajak muter pondokan hingga sampai di sebuah pondokan yang kalau kita buka jendela belakang, langsung berhadapan dengan pantai. Disana, polusi cahaya masih dikit. Jadi, ini untuk yang pertama kalinya saya bisa lihat inti Galaksi kita yang berada di rasi Sagitarius. Kalau bahasanya, bintang yang dilihat disini tipikal Excellent Dark Sky Site. Masya Allah. Pengen nangis, Allah Ta'ala berasa dekan dan indaah sekali.


Lanjut cerita yang tadi ya. Jadi, waktu antri mau jabat tangan untuk perpisahan, tiba-tiba dik Zainal dataang. Sontak saya bilang, "Zainal, mbak pulang dulu ya. Jangan lupa, belajar yang pinter jadi guru agama..". Terus dia bilang, "Bu Nungki, cita-cita Zainal udah nggak jadi manusia serigala. Tapi ganti jadiii, Boboboy..". Ah ini adik, selalu bisa buat saya ketawa. Begitu keluar dari pondokan, rasanya random. Ibu Nyai menangis, menghantarkan kami pulang. Padahal, kita nggak banyak merasa memberikan apa-apa. Rumah beliau malah kami repotkan. Kandang sapinya dijadikan tempat untuk pelatihan pakan ternak, supaya kader yang terbentuk banyak. Kan disini banyak santri.


Begitu saya keluar menuju bus, tetiba ada yang menghambur memeluk saya. Anak kecil inii.. Namanya dek Iis, pelukannya sesaat. Yang saya lihat, dia menangis berkaca. Tanpa berkata apa. Ah, pagi itu hanya sedikit yang bisa saya pesankan, "Jadi guru bahasa arab yang pintar ya. Adik-adik di langgar disuruh belajar yang rajin yaa. Mbak titip ke Iis.." Sekali lagi saya peluk dia.


KKN ini telah memberikan banyak sekali pelajaran. Bahwa perjuangan yang saya anggap berjuang, belum apa-apa dibanding semua yang saya lihat di Madura. Dik Mufa yang harus jalan kaki menuju Madrasah jauuh sekali dan selalu datang tepat waktu. Ibu-ibu yang nggak pernah capek mencari kerang di tepian pantai, mencari pakan untuk ternak mereka, dan kepada mereka yang selalu menginspirasi. Kami sadar, kehadiran kami tidak menuntaskan semua masalah, justru kadang kami yang menambah repot. Mengajak bapak ibu menjaga vertikultur, biogas, membalik pupuk, panen biopest, dll.


Kehangatan kalian telah membuat kami mengerti, bahwa untuk sekedar beristirahat sejenak saja kami tak pantas. Pak Salim juga pernah tanya, "Mbak, kata orang-orang uang kami yang miskin itu dititipkan ke pemerintah ya? Itu ada mbak? Cara mengambilnya bagaimana?" Ah bapak, kami semakin merasa tidak berguna disini. Doa kami, kami lantunkan pelan-pelan, supaya ribuan malaikat ikut meng-aamiin-kan doa kami. Diam-diam kami mengingat detail kehidupan kalian. Semoga, kelak kesejahteraan terbangun disini, di salah satu sudut Madura yang penuh cerita.


Terimakasih untuk semua yang hadir menjadi pelengkap. Akan ada banyak rindu sepertinya, untuk basecamp Darih, pak Rozak Bu Rozak, Pak Royan yang mengirimkan berbungkus-bungkus permen untuk bekal kami pulang, Pak Rohman Bu Rohman, Mbak Halimah, Hikam, Al, Maqin nye nye nye nye, dan semua rekan KKN yang luar biasa berhati besar.


Terimakasih untuk teman-teman ciwi-ciwi yang sabar kalau saya bangunin dan saya recokin pagi hari. Yuk, kita sholihah bareng-bareng ya. Teman-teman 'sekamar' Mbak Anis, Mbe Siti.. Terimakasih atas kesabarannya. Semuanya terimakasih, walaupun pencitraan kita semua gagal, bangga dan bersyukur bisa berjuang bersisian dengan kalian (Mbak Anis, Putri, Mbak Fifi, Mbak Ivone, Mbak Siti, Mami, Ratri, Nita, Ami, Ifa, Linggar, Yudith, Dwi, Dini, dan Mbak Ana)


Terimakasih untuk teman-teman semua yang dengan sabar mengerti prinsip hidup saya. Walaupun kalian laki-laki hanya bersembilan, kalian luar biasa militan (Ilham, Zharif, Tyo, Finny, Dana, Perdana, Danial, Tias, dan Ramdhan)



"Setiap orang punya jalan takdirnya masing-masing kan? Tapi, biar aku sedikit takjub karena Allah Ta'ala menautkan takdir kita pada kisah penuh makna ini, KKN JTM 16"

Selamat bertebaran di tempat lain kawan, selamat membuat cerita lain yang lebih inspiratif! Merasakan sindrom KKN ga? Saya iya. Pengen kumpul lagi, pengen kerja bareng lagi!




3 September Penuh Ceria 2014
Di sebuah sudut rumah
Bantul, Yogyakarta

Saturday, June 7, 2014

Menuju 21 Tahun: Abstrak

Bismillaah..



Nampaknya, Juni ini benar-benar abstrak
Ada banyak pertanyaan tentang kesiapan
Ada banyak kejadian yang menghentakkan
Ada banyak tulisan yang menyibakkan
Ada banyak berita yang membuatku tertahan

Rasanya, menuju 21 tahun ini tidak tenang
Akan ada banyak pertanyaan kalau kata Bapak
dan beberapa konfirmasi hati, tambah beliau
Akan ada banyak kejutan kalau kata Ibu
dan beberapa pelajaran tentang rumah, ucapnya sederhana
Akan ada banyak penerimaan baru kalau kata adekku
dan anggota baru rumah, katanya
Menuju 21 tahun, kira-kira dua kali bulan Syawal lagi kalau kata Mala

Oh, jadi begini ya rasanya
Menjaga dengan sebenar-benarnya penjagaan
Berbaik sangka dengan sebaik-baiknya hati
Bersembunyi dengan sebaik-baiknya persembunyian
Bertahan dengan sebaik-baiknya pertahanan

Ada banyak hal yang belum saya baca
Ada banyak cerita tentang itu yang belum saya dengar
Ada banyak ruang diskusi yang belum saya ambil
Jadi, dua kali bulan Syawal ini harusnya kamu segera 'berlari'

Bapak juga merasakan kekhawatirannya
Ibu apalagi, "Nungki yakin sudah bisa?"
Adekku yang nggak paham lagi, "Jangaan mbak, jangaan itu.."
dan saya hanya tersipu
Oh jadi begini ya rasanya

Baiklah, mari memulai lagi dari awal
Kalau kata Bang Tere, mulailah dengan..
"Sepotong Hati yang Baru"
Benar-benar baru

Dengan pengharapan yang lebih indah
Dengan doa yang lebih ramah
Dengan gerak yang lebih terarah
Dengan niat yang sampai pada langit

Mulai sekarang, dengan Sepotong Hati yang Benar-benar Baru
Mari memulai lagi dari awal
Menjadi pribadi lebih baik

Ya Allah, maaf akan sangat menyibukkanmu
karena saya akan lebih banyak cerita
karena saya akan lebih banyak meminta
karena saya akan lebih banyak menangis
dihadapan-Mu


Sudut Kecil Kamar
7 Juni 2014
22:06 WIB
Kepada keluargaku yang hatinya seluas angkasa
Semoga, begitu juga dengan penerimaan kalian
atas bagian dari hidupku nanti


Wednesday, June 4, 2014

Sisterhood



I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly without complexities or pride.
I love you because I know, no other way than this.


and for this love, I know..
Allah gives me this love for only me to be closer to Him,
and for this love, I know..
Allah brings our souls together today, never by a chance, no way..

(Edisi kangen Mbak Medya sama Dek Putri)

Sunday, May 25, 2014

Love Story Pejuang Malam Minggu

Bismillaah..



Sedikit berbagi tentang sebuah proses mendebarkan tentang pertemuan yang meletupkan binar mata. Juga tentang ikatan suci yang menggetarkan langit Nya. Ya, ini pertama kalinya saya benar-benar ingin bercerita tentang seseorang. Bukan, sekarang sudah benar-benar 'sepasang' makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala yang paling berbahagia (allahumma aamiin). Maka, biarlah aku menuliskan perjalananmu mbak, perjalanan rahasia yang selalu ingin kita intip kisanya di Lauh Mahfuzh. Setiap kali kita berbicara tentang ini, kita masing-masing yakin dan tersipu merona, setiap orang punya kisah yang terbaik. Jadi, biarlah hari ini aku kabarkan kepada semua penduduk bumi dan langit tentang kisahmu, iya, kisahmu yang sudah membuatku semakin banyak belajar apa arti sebuah keyakinan, kepasrahan, ikhtiar, dan kejujuran. Benang kusut itu sudah ada yang mengurainya, menyambungnya dan  sekarang semakin kuat. Untukmu Mbak Lina dan Mas Indra (Bantul, 2014)


Pejuang Malam Minggu (Kisah 5 tahun bersama kalian)









Pejuang Malam Minggu. Entah siapa yang dulu kasih nama beginian. Kami adalah sekumpulan pejuang kampung yang memilih untuk sibuk membersamai adik-adik TPA (sekarang RSYD Amanah Yatim dan Dhuafa). Awalnya, kita hanya ingin pertemuan rutin untuk belajar berlatih bagaimana menjadi orang yang pede ngajar di depan adek-adek TPA. Secara, waktu itu kita masih newbie SMA. Ada juga yang sudah kuliah, bekerja, dan berkeluarga. Akhirnya, setiap malam minggu kita adakan kajian rutin dan tempatnya bergilir dari satu rumah ke rumah yang lain sekalian silaturrahmi. Yap, kita semua tetanggaan satu Gesikan jadi sudah kayak saudara, benar-benar saudara. Awalnya kami berbanyak namun akhirnya ada seleksi alam dan tinggalah kami (Pak Bamban, Pak Jonet, Mbak Tutik, Mbak Vemi, Mbak Sita, Tika, Ayu, Nungki, Lina, Feni, dan Mbak Nur). Walupun akhirnya, pembahasan dalam kajian semakin mendalam bahkan konsultasi keluarga dan ehem. Tapi, yang paling senang karena saya paling muda jadi bisa dapat banyak ilmu dari tetua. Tapi, personil kami tambah seiring dengan 'hilangnya' satu dua orang yang menikah dan tinggal di rumah suami dan punya anak (Mbak Nur, Mbak Vemi, Mbak Sita). Ada juga sih yang bekerja nan jauh di Tangerang (Mbak Tutik). Dan akhirnya, ini dia personil baru kami dari kampung sebelah Dek Tari, Munib, Mbak Laili, Dik Dyah, dan Herlin. Ah, aku suka kalau rame begini, tapi sayangnya saya udah nggak jadi yang paling muda. Oh iya, tentang Bab Menikah, ah bahkan kita hafal kisah pertemuan masing-masing personil. Kisah yang sering diulang-ulang tapi nggak pernah jenuh mendengar (Pak Bamban, Pak Jonet betapa saya hafal kisah kalian. Ada yang dijodohin sama Umi Nunung, ada yang awalnya baru mau lamaran tapi 'ditantang' langsung akad di tempat dengan mahar 50.000) Kalian bapak-bapak yang hebat. Juga kisah-kisah penantian punya Mbak Sita, Mbak Nur dan Mbak Vemi. Ah, peluuk. Dan, hari ini biarkan saya berkisah tentang kamu Mbak Lina. Jazakillahu khairan telah melibatkanku dalam proses ini, aku merasakan haru yang luar biasa. Pejuang Malam Minggu, semoga Allah menjaga kita dalam lingkaran yang baik ini. Allahumma aamiin. Uhibbukum fillah abadan abada.

Bantul, 09 Maret 2014 (13.00-18.15 WIB)
Siang ini, saya sengaja pakai baju hitam-hitam biar nggak mencolok (memang lagi belajar lebih baik terkait pakaian) dan menjadi perhatian walaupun saya berasa salah kostum karena cuaca yang panas luar biasa. Tapi, ini saya lakukan juga biar mbak yang jadi perhatian calon mertua semata (asik). Ya, saya bersiap nemenin embak untuk bertemu calon mertua setelah si emas hari ini juga ketemu nenek mbak untuk pertama kalinya.  Iya, siang ini saya mengantarnya ke rumah orang tua seorang laki-laki yang berniat menikah sama embak. Siang itu sebelum berangkat bertiga, tilawah saya lebih banyak, istighfar saya lebih banyak, dan juga dzikir sepanjang perjalanan yang lebih banyak. Juga, saya grogi luar biasa. Antara suudzan (takut diculik, takut diturunin di tengah jalan karena laki-laki ini baru mbak kenal belum lama) dengan khawatir (karena aku benar-benar menginginkanmu mendapat yang terbaik mbak, kamu orang yang sangat baik). Tapi, hari itu kamu menenangkanku, Mbak. Tapi tetap saja, sepanjang perjalanan menuju rumahnya, saya berdoa, menghafal jalan, pegang HP lebih kuat supaya kalau ada apa-apa saya bisa cepat tanggap darurat. Oh iya, mungkin banyak yang bertanya kenapa saya yang mengantar? Ya, embak yang satu ini tinggal di Jogja hanya dengan nenek. Nggak mungkin lah ya belum ada 'apa-apa' neneknya udah ikut kesana. Saya yang nggak bisa nafas kalau embak pergi sama nenek. Secara, nenek baik banget dan saya nggak tega. Terus, siapa lagi? Murobbi? Hey, ini bukan kisah orang-orang langit yang dimudahkan dengan menggunakan banyak jalur resmi dan nggak resmi, proposal sejahtera, perjodohan, dll. Tetangga? Belum ada yang kenal sama masnya takutnya fitnah juga. Intinya, disinilah saya. Qodarulloh..

Bantul, 25 Mei 2014



Akad nikah dibacakan. Ah ingat sekali, proses menuju hari ini begitu cepat. Tetiba lamaran, tetiba pesan dekor, tetiba pilih undangan, tetiba desainin baju, tetiba buatin hand boquet, tetiba dan tetiba. Hari ini, begitu menakjubkan. Ah, pejuang malam minggu kita yang satu ini akhirnya 'wisuda' juga. Baarakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jam'a bainakuma fii khair. Pagi ini, aku melihatmu mbak untuk pertama kalinya setelah akad mencium tangannya, benar-benar menatapnya, menggugurkan dosa. Ah, aku selalu percaya, orang baik akan dapat yang baik. Kalau saja mbak nggak kerja di tempat itu dan bertahan bertahun-tahun, mbak nggak akan ketemu Mas Indra. Kalau saja Mas Indra nggak pulang ke Yogyakarta dan mengisi waktu luang untuk kerja 'sementara' di pabrik tempat mbak kerja, mbak nggak akan kenal Mas Indra. Kalau saja, kalau saja. Qodarullah ya.. Jadi, aku memahami sesuatu hal.


Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama..
Maka sejauh apapun mereka,
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi,
sebesar apapun perbedaan diantara mereka,
sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya..
Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya,
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...
tetap saja mereka akan bersatu,
Seakan ada magnet yang menarik mereka,
Akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu.
Namun...
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...
Maka sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat, sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya,
sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua,
sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...
Akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh,
sda hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok,
sda hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik,
sda kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu bahkan kalau mereka diikat sekalipun pasti akan terlepas ikatan itu...
Yakinlah dengan segala ketentuan yg diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ,
walaupun kita punya sebentuk ikhtiar untuk berkehendak atas diri,
namun kita tak pernah bisa menguasai semua kehendak.
Apa yg telah Dia gariskan,
yang telah ditulis oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Kitab-Nya..
adalah yang TERBAIK untuk kita karena Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang Maha tahu apa yang TERBAIK buat kita..
Karenanya, jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan,
Itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya,
Namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...
Yakinlah..
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memilihkan yang terbaik bagimu dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi menurut pilihan-Nya

Wallaahu'alam bish showaab
(Sumber: Kartun Muslimah)


Siapa ya selanjutnya? Tapi, pertanyaan yang paling penting, kajian malam minggu besok dimana? :) Oh iya, mewakili mbak Lina, terimakasih banyak Mbak Ndari, yang udah merias dengan sesederhana mungkin, terimakasih Ilusi Wedding untuk special design for Okta dan Indra, teman-teman Pejuang Malam Minggu, dan semua-muanya.. Semoga berkah ya. Allahumma aamiin